Prinsip dalam menjalankan “bisnis sebagai misi (business as mission)”

10 07 2012

Perusahaan yang menjalankan prinsip “bisnis sebagai misi/bisnis berbasis Kerajaan” adalah seperti bisnis normal/baik (good business) lainnya yang juga mendapatkan profit, dijalankan denganintergritas, keadilan dan pelayanan prima terhadap konsumen. Bisnis berbasis Kerajaan sudah seharusnya dijalankan layaknya bisnis yang baik, namun sebaliknya “bisnis yang baik” belum tentu berbasis pada nilai-nilai Kerajaan.

Berikut ini adalah prinsip yang seharusnya ada dalam bisnis yang berbasis Kerajaan, antara lain sbb:

1. Prinsip tata kelola bisnis yang baik

a. Berusaha memperoleh laba keberlangsungan dalam jangka waktu yang panjang.

Perusahaan yang dikelola secara baik akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang, kendati diawal mungkin hanya kecil atau bahkan rugi, dan memperoleh untung tidak sama dengan rakus (greed). Memperoleh profit itu tidak dosa dan harus diusahakan.

b. Berusaha secara prima dan dioperasikan dengan penuh integritas serta dapatdipertanggungjawabkan.

Bisnis dengan intergritas akan membawa kita memperoleh kesuksesan secara jangka panjang, karena reputasi yang jelek akan membawa dapat yang buruk. Dan kita harus siap menerima masukan, kritikan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada karyawan dan komunitas lokal setempat.

c. Memperhatikan Kesejahteraan karyawan

Karyawan diperlakukan bermatabat dan diberi kesempatan untuk bertumbuh secara pribadi dan profesional. Bukan berarti karena dalam bisnis Kerajaan itu berbasis pada pelayanan maka gaji/pendapatan bagi karyawan diberikan secukupnya (lebih kecil dari standar bisnis normal).

2. Prinsip yang berpusat pada Kristus

a. Mencari Kehendak ALLAH dalam bisnis

Ada komunikasi dengan ALLAH dalam membuat perencanaan strategis, pelaksanaan, maupun monitoring bisnis.Selalu mencari kehendak Allah dan melakukan peperangan rohani, karena Setan pun akan membuat bisnis sebagai misi ini tidak berjalan. Kehidupan doa memegang peranan kunci dalam kepemimpinan. Bisnis adalah hal yang rohani karena apapun yang kita jalankan adalah bagian dalam bekerja/menyembah ALLAH. Ada kehidupan doa dalam menjalankan bisnis. Ada pengunaan karunia-karunia rohani yang dipraktekan dalam usaha, ada buah-buah roh yang dihasilkan

b. Menjadi teladan Kristus dalam bisnis dan kepimpinan yang melayani.

Manajemen harus dapat menjadi mentor, dan contoh nyata yang memimpin dengan teladan, menjadi Kristus yang hidup dalam keseharian. Keputusan dilakukan dengan menanyakan“apakah yang Yesus lakukan dalam situasi bisnis yang sedang dihadapi?” Pemimpin adalahpelayan bagi yang lain, pemimpin yang satu kata dengan perbuatan.

c. Mencari dampak Kerajaan yang maksimal dalam sisi keuangan dan non keuangan.

Pemilik dan manajemen sadar bahwa usahanya adalah milik ALLAH, jadi fokusnya adalah bagaimana dampak Kerajaan dapat dimaksimalkan. Bisnis yang memberi perpuluhan atau pemberian lainnya kepada pengembangan gereja lokal itu baik, namun yang terpenting adalah adanya integrasi antara strategi misi dan bisnis, misal dalam menjalankan program pengembangan karyawan, proses bisnis, prosedur yang sesuai kaidah Kerajaan lainnya. Setiap produk atau jasa yang dihasilkan selalu dipastikan dampaknya terhadap Injil dan sistem yang dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Sekalipun yang kita lakukan tidak bertentangan dengan norma yang ada, namun jika itu bertentangan dengan Firman harus kita hindari.

d. Memiliki motivasi, tujuan dan rencana Kerajaan ALLAH yang di jalankan dan dibagikan oleh pemilik dan manajemen.

Menjalankan bisnis yang baik tidak serta merta membawa orang kepada TUHAN Yesus, kecuali itu dijadikan perhatian khusus dalam perencanaan dan pelaksanan sehari-hari. Sama seperti gereja lokal, perusahaan harus membawa dampak kepada komunitas lokal yang ada. Motivasi dan tujuan bisnis dijalankan bukan sekedar untuk memperoleh kekayaan namun harus berorientasi bagaimana bisnis tersebut bisa membawa dampak Kerajaan, menjadi jembatan bagi misi dan adalah misi itu sendiri. Bertujuan pada transformasi individu dan komunitas yang holistik. Bisnis yang ada selayaknya memberi pengaruh secara spiritual, ekonomi dan lingkungan, memiliki standar moral yang tinggi tidak hanya yang minimal namun sesuai nilai-nilai Kerajaan. Bisnis yang ada dijalankan dengan prinsip moral yang Alkitabiah.

e. Mencari mitra dan berjejaring dengan bisnis sebagai misi lainnya.

Bisnis kerajaan akan menjadi lebih kuat ketika bersinergi dengan bisnis kerajaan lainnya dan saling berhubungan, belajar dan bertumbuh bersama dalam menjalankan mandat ALLAH.Mencari mentor rekan-rekan pebisnis lainnya agar kita bisa dapat belajar.

Akhir kata, dapat disimpulkan bisnis dan pelayanan adalah sama-sama perkara rohani, dan semua itu kita persembahkan kepada ALLAH. Harus dijalankan secara ilahi, dengan kuat kuasaNYA yang menolong, menginspirasi dan memimpin di depan kita. Ada kekudusan, ada karunia roh, mujijat, ada kesembuhan dan ada pemulihan, pertobatan karena ALLAH yang kita sembah bertahta dalam bisnis yang kita jalankan. Dan oleh karya Roh Kudus semakin banyak orang dapat datang kepadaNYA melalui bisnis tersebut.

Salam kasih,

@albertwanasida





Doa Spektakuler dan Kenyataan Berbangsa

23 05 2012

74535_157016804333906_100000767622610_232799_5939226_n.jpg

Oleh: Antonius Natan, Th.M.

Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja/ Fasilitator Sekum Indonesia Marketplace Network (IMN)

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya” Matius 21:22

Manusia disadari terbatas melakukan banyak hal, tetapi jika diperhatikan banyak sekali manusia melakukan hal-hal spektakuler diluar kebiasaan orang banyak, apakah kelebihan ini merupakan kekecualian ?. Dalam seminar motivasi sering instruktur mengatakan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan melakukan hal-hal spektakuler. kemauan dan tekad yang kuat jika diyakini akan membuahkan hal-hal spektakuler, secara simultan sang motivator meyakinkan pesertanya seperti berjalan diatas bara api atau mengunyah kaca, dan ternyata dengan keyakinan yang kuat hal tersebut dapat dilakukan. Apakah ini tindakan klenik ? ternyata bukan. Hanya keyakinan dan bertindak ada dasar keyakinan yang teguh. Seperti ini pulalah keyakinan akan doa dijawab oleh TUHAN. Doa dengan keyakinan dan pengertian akan membuahkan hasil, Hidup dalam doa dengan kenyataan hidup saat ini apakah masih relevan ? jawabannya tentu saja ya, dan sangat relevan. Doa mengubah bangsa dan doa merupakan cerminan iman, percaya kepada sesuatu yang belum terlihat, merupakan rahasia iman Kristen. Makanya dalam kenyataan berbangsa kita perlu doa agar dapat melakukan hal-hal spektakuler.

Berita di media juga spektakuler, bahwa ada yang membuat pernyataan, pemerintahan saat ini “auto pilot”, menurut pemahaman kami, auto pilot hanya terjadi dalam pesawat terbang, sang pilot tanpa berada di cockpit sementara pesawat berjalan dengan kecepatan tinggi menuju landasan yang dituju. Jika pemerintahan kita seperti itu rasanya juga mustahil, maka kita perlu berdoa agar ada campur tangan TUHAN, keberadaan TUHAN sendiri tidak kelihatan tetapi menentukan arah bangsa ini.

Berita spektakuler juga terjadi seputar isu premanisme, banyaknya ormas yang berbaju agama atau kesukuan atau sesuai kepentingan pendirinya, melakukan tindakan kekerasan atau menjadi pelindung suatu wilayah, sebenarnya menunjukkan tidak ada penegak hukum yang mengendalikan hukum, apakah ini yang disebut “auto pilot” kerap kali oknum polisi menjadi “penakut” seperti peristiwa penutupan/ perusakan gereja diberbagai tempat di tanah air, hukum tidak melindungi masyarakat beribadah. Hukum mandul dan munculnya hukum rimba dinegara berdaulat. Sejatinya kekerasan sebagai isyarat komunikasi bahwa “kami kuat” dan “penegak hukum lemah”. Bisa dibayangkan kalau kekuatan itu diarahkan kepada hal yang lebih penting dalam bernegara seperti Ormas yang galak bersama polisi menciduk orang yang diduga korupsi, pasti negara ini jauh lebih baik. Makanya diperlukan kuasa doa untuk membalikkan keadaan yang tidak mungkin menjadi mungkin dan hal-hal spektakulerpun akan terjadi.

Kehidupan Jakarta juga tidak kalah spektakuler dengan pengendara motor yang “tidak dapat” dikendalikan jika sudah berada di jalan raya, ketertiban dan disiplin masyarakat telah hancur, ketaatan terhadap rambu-rambu lalu lintas pudar didepan penegak hukum itu sendiri. Kesemerawutan bertambah dengan mobil mewah yang dikawal motor gede dengan sirinenya. Dijalanan terlihat ke-egoisan bangsa beradab ini. Seharusnya Jakarta sudah mengoperasikan Monorail seperti negara Malaysia, Singapura dll, sungguh menyedihkan negara kaya seperti Indonesia tidak sanggup membiayai. Ibukota negara Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki “TIANG MONORAIL”. Kesemerawutan dijalanan merupakan cerminan kesemerawutan pemerintahan. Kembali kepada doa, diperlukan orang yang berdiri atas bangsa ini, agar terjadi perubahan menuju kebaikan. Kita perlu doa berjalan, doa spektakuler.

Berdasarkan data BPS Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang (12,36%), turun 0,13 juta orang (0,13%) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011. Tetapi dengan adanya rencana kenaikan BBM berarti ada alokasi dana subsidi kepada orang yang tidak mampu yang disebut BLT (bantuan langsung tunai), perlu diwaspadai apakah angka kemiskinan bisa melonjak. Rakyat yang berkecukupan ikut memiskinkan diri agar dapat jatah BLT, memang sebaiknya kenaikan BBM dibatalkan, yang perlu adalah hancurkan dan miskinkan para koruptor, dana dari hasil memiskinkan koruptor dapat dialokasi untuk membangun infrasturktur agar rakyat dimakmurkan. Sekali lagi diperlukan doa agar terjadi perubahan dalam bangsa kita, perubahan paradigma, doa mengubah bangsa.

Berita spektakuler terkait moralitas bangsa semakin tercabik karena penyalahgunaan narkoba semakin dahsyat, data April 2011 sebanyak 3,2 juta penduduk Indonesia telah menyalahgunakan Narkoba. semakin ironis karena 15.000 orang setiap tahunnya mati karena narkoba, dan setiap harinya, 40 orang meninggal dunia. Pada bulan maret 2011, Sekjen Kemenkumham, Abdul Bari Azed mengakui, hampir 70 persen warga binaan di lembaga pemasyarakatan terlibat dalam kasus narkoba. kepolisian vs Bandar yang juga terdiri dari lapisan elit yang sulit dijangkau. Narkoba sudah masuk kedunia pendidikan bahkan pendeta ada yang menikmati narkoba. Dengan kenyataan berbangsa dinegara Indonesia, doa merupakan pilihan yang tidak dapat ditawar. Kita harus berdoa karena doa merupakan jalan keluar. Ingat Firman Tuhan mengatakan dalam 1 korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis:”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yng disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Mari kita Kaum Awam yang berada dalam Dunia Kerja, kita raih peranan Imam dan Raja kita lakukan hal-hal spektakuler melalui doa.

Dia Wafat menggantikan kita, dan kita yang dibebaskan dari hukuman melakukan perbuatan yang spektakuler menurut kehendakNya. (www.marketplace.or.id)





Salib dan Aktualisasi Dalam Era Kekinian

13 03 2012

Oleh Antonius Natan, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Gejolak Timur tengah membawa kekhawatiran banyak Negara, Eropa belum keluar dari kemelut ekonomi yang melilit, pembantaian manusia di Libya menggambarkan manusia sudah melupakan kodratnya sebagai manusia yang humanis, ketegaan seorang Presiden demi kekuasaan rela mengorbankan nyawa manusia, tidak ada rasa takut, tidak ada belas kasihan yang ada hanya mempertahankan diri, Rakyat merasa senang dengan bantuan NATO dan komando Amerika yang membombandir pusat pertahanan Khadafi, semua bersorak karena kehancuran tempat tinggal sang Kolonel, tetapi perlu disadari bahwa tujuan setiap faksi ternyata berbeda-beda, ada yang menginginkan setelah menang perang, Libya harus menjadi Negara demokrasi, tetapi ada yang ingin Libya menjadi Negara berazaskan Syariah Islam, lain lagi keinginan Amerika dan sekutunya, betapa rumitnya.
Untunglah Yesus Kristus rela disalib, dan ulah Petrus yang menghunus pedang mendapat tentangan dari Yesus sendiri, bahkan Yesus membawa mukjizat kepada tentara yang telinganya putus, sehingga pulih seperti sedia kala, ternyata perlawanan yang sesungguhnya bukan melawan darah dan daging , melainkan penguasa diudara. Bisa dibayangkan jika Yesus pada jamannya bertindak keras dengan membunuh tentara Romawi dan menggantung orang Farisi serta Ahli Taurat. Tentu arogansi dan kesombongan akan kita wariskan, dan orang akan mengenal Kristen identik dengan senjata dan kekerasan. Untungnya lagi Kristen tidak identik dengan senjata apalagi dengan kekerasan, Yesus sebagai pembawa damai justru dibuktikan tatkala DIA berada di via delorosa, kekerasan, kekejaman, sumpah serapa, ludah dan olok-olok dibalas dengan diam dan damai-damai saja, memang sakit tapi itulah ongkos perjalanan spiritual Yesus menuju Sorga. Aktualisasi Kristus dalam dunia modern justru mendapat tantangan sekaligus solusi dari berbagai kerumitan, tetapi disadari atau tidak justru sebagian orang Kristen tidak menggunakan jurus pamungkas Yesus Kristus, terkadang orang Kristen melebihi TUHANnya sendiri, beberapa orang Kristen justru menjadi pelaku kekerasan dan suka menggunakan senjata, Anehnya kekerasan juga bisa dilihat dari cara berdoa, gaya dan cara menyuruh TUHAN mungkin juga ada yang mengancam. Orang berdoa seharusnya meminta pencerahan agar TUHAN berkenan dan memberikan pertolongan, tetapi sering ditemukan orang Kristen berdoa seperti dia adalah TUHAN itu sendiri, herannya TUHAN kita memang baik dan pengampun, walau anakNYA kurang ajar, terkadang TUHAN masih berbagi dan memberikan belas kasihan, tapi sampai kapan keadaan ini dapat berjalan ?. Ada sebagian orang Kristen berlaku seperti pengemis, memulai awal hari hingga akhir hari meminta-minta, dari meminta kesehatan, kekayaan, jabatan, pengaruh, hingga masalah pribadinya yang kurang disukai, minta TUHAN merubah orang lain dan banyak lagi, seperti gaya debt collector.
Dari gonjang ganjing di belahan timur tengah, kita melihat bagian dunia lain yang diamuk oleh alam, Gempa tektonik, Tsunami yang melanda Jepang serta masalah reactor Nuklir yan mencemari beberapa wilayah. Betapa kondisi tersebut merubah kebiasaan bangsa Jepang, dari situasi masyarakat modern dan canggih, harus memulai kembali dengan gaya hidup sederhana, tetapi ada yang tidak berubah dari bangsa Jepang, mereka tetap memiliki etika, kesabaran dan daya tahan. Di bagian bumi lain dengan situasi yang sama bisa terjadi penjarahan, manusia berubah menjadi srigala pemangsa, penguasa memanfaatkan situasi dengan korupsi, pengusaha berlomba mengais rejeki. Atmosfir berbeda walaupun Injil belum dikenal luas, nama Yesus Kristus belum popular dikalangan masyarakat penganut Shinto, tentu kita harus belajar, apa yang menjadi ketahanan etika moral bangsa Jepang ?. Saat ini Salib tidak popular di Jepang, sampai batas ini masyarakat masih mampu bertahan, sampai kapan ?. Salib dan Yesus Kristus menunggu saatnya tiba, manusia tetap butuh Sang Pencipta, Manusia butuh TUHAN yang mampu memberikan jalan dan damai. Berarti saat ini ada panggilan agar kita bisa berbagi kasih dan injil di Jepang.

Kehebohan dunia lain tidak kalah serunya di negeri sendiri, dimulai dari fenomena ulat bulu yang muncul dimana-mana, mirip-mirip tulah pada jaman Nabi Musa, untungnya ini bukan tulah tetapi hama yang tidak cepat diantisipasi pertumbuhannya sehingga seperti mewabah. Ada lagi Dewan Revolusi Islam, yang akhirnya dibantah kiri kanan, dan jika dipelajari konsepnyapun tidak jelas, akar masalahnya adalah persoalan Akhmadiyah yang belum tuntas, baru kita menarik nafas adalagi persoalan yang hakiki masalah kebangsaaan yakni tatkala ketua MUI KH A. Cholil Ridwan Mengharamkan umat Islam untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan, tentu ini menjadi perdebatan, tetapi jika terkait dengan tafsir teologis masalah ini menjadi sangat peka untuk didiskusikan. Yang jelas Fatwa Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian dan Riset Fatwa pada Desember 2003 yang mengharamkan bagi seorang muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan, tentu ada argument-argumen teologis yang mengkukuhkan maksud tersebut. Debat dan argument tidak saja di wilayah agama melainkan juga terjadi di Gedung DPR RI, membangun dan tidak bukanlah masalah rakyat, tetapi masalah bagi anggota DPR, karena merekalah yang menggunakan fasilitas tersebut, jikalau ada pasti sangat bermanfaat, jika tidak berarti gunakan yang ada saja. Kesediaan menggunakan yang ada bukan berarti DPR lemah atau memaksakan kehendak bukan berarti DPR kuat, kita perlu diingatkan konsep Kota Megapolitan Jakarta-Bogor-Puncak-Cianjur, ada baiknya Gedung DPR dibangun di Jonggol saja. Sekalian pemerataan pembangunan dan membuat kemacetan Jakarta berkurang. Bayangkan jika ajaran Kristus terkait dengan semua kehebohan di negeri sendiri, nilai-nilai harmonis dan damai tercermin di tengah masyarakat Indonesia tentu kita menikmati kejayaan negeri ini dengan nyaman. Debat dan argument dijawab dengan kasih yang etika bermoral, pemaksaan dijawab dengan rasa damai dan syukur, Anda tentu mengatakan nonsense, tentu tidak mungkin ! tetapi saya menawarkan suatu argumentasi, bahwa lilin kecil sanggup menerangkan kegelapan, lilin harus berkorban dengan api yang melelehkannya, tentu kita saat ini ditantang untuk menjadi lilin kecil tersebut. Kesanggupan satu orang jika ditambah dengan kesanggupan orang lainnya tentu akan menjadi fenomena budaya. Injil dan salib menjadi actual ditengah bangsa Indonesia tatkala kita menjadi bagian yang mencerahkan, kita bukan menjadi TUHAN, tetapi mari kita menjadi Anak-anak TUHAN. Inilah tujuan Paskah, Injil membumi dan Salib menjadi bagian kehidupan masyarakat luas.





Historical Moment Pra WPA 18 feb ’12 (Rekor MURI)

14 02 2012

Shalom rekan-rekan, para pemimpin Gereja/Lembaga/Komunitas,

MARI BERGABUNG DALAM
PRA WPA "Indonesia My Home"

Sebuah momentum gerakan dari 3 Generasi (Anak, Pemuda, Orangtua) yang akan bersama-sama BERDOA dan melakukan GERAKAN MORAL bagi bangsa.

Yang sangat bersejarah dimana akan ada 1500 ANAK, 1500 PEMUDA, 1500 ORANGTUA, akan berdoa dan melakukan Gerakan Moral dengan mengitari STADION UTAMA SENAYAN, DENGAN GANDENGAN TANGAN 3 GENERASI YANG TAK TERPUTUS, dimana akan mendapat penghargaan dari MURI (museum Rekor Indonesia).
Adapun tujuan Momentum ini adalah
1. Mengajak semua lapisan masyarakat Indonesia untuk berdoa bagi keselamatan bangsa, dan

2. Megajak bangsa Indonesia untuk mencintai bangsa ini sebagai rumah bersama dimana penuh kedamaian dan kesejahteraan semua penghuni rumah besar INDONESIA.

3. Menolak semua tindakan kekerasan, diskriminasi, eksploitasi yang melanggar kemanusian, dan semua tindakan yang merugikan nilai2 Luhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945.

4. Mengajak bangsa Indonesia hidup sehat dengan menolak NARKOBA dan bersama menjaga lingkungan Hidup yang tetap Hijau, bersih dan sehat.

Kegiatan ini dalam rangkaian PRA WPA (World Prayer Assembly) 2012, dimana akan diadakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu 18 Februari 2012/
Jam : 08.00 – 16.00
Tempat : Parkir Timur dan Outer ring road stadion Senayan
Acara : 1. Doa bagi bangsa melngkari stadion senayan dari 3 Generasi
2. Konser doa dan pesta Rakyat di meriahi oleh VJ daniel, Zack lee dan artis2 Indonesia Idol

MARI BERSAMA BERSATU DAN BERDOA SERTA BERTINDAK DENGAN KASIH BAGI KESELAMATAN BANGSA.

APA YANG ANDA DAPAT LAKUKAN ?

1. Ajak rekan2, jemaat dan komunitas anda untuk hadir di momentum ini bersama anda.
2. Presentasikan acara ini di Gereja dan kegiatan2 lembaga dan komunitas anda (presentasu PPT terlampir)
3. Berdoa dan mendukung untuk kegiatan ini.

Ora et Labora

Panitia WPA
didukung oleh PGI, PGLII, PGPI

Info :www.wpa2012.org
Phone ; 021 529 21 681
hp : 0856 1221 003/ 087880595003 (sdr. Osa)

Best Regards,

Albert Surya Wanasida
Senior Consultant-Executive Search
Phone: +62 819 327 33 962
www.uniexconsulting.com





KAUM DUNIA KERJA, PENJALA MANUSIA & MURIDKAN BANGSA INDONESIA

6 01 2012

oleh Antonius Natan,Th.M, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Yesus berkata kepada mereka:”Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” Matius 4: 19.

Yesus Kristus lahir dan kelak dewasa mengajak kita menjadi penjala manusia, apakah respons kita ? ajakan ini tidak meminta kekayaan, kekuasaan maupun nyawa. Ajakan ini menawarkan suatu pekerjaan lain selain pekerjaan utama, atau sebaliknya pekerjaan utama sebagai penjala manusia, pekerjaan sampingan mencari nafkah agar tidak meminta-minta. Jikalau kita menangkap ikan dengan jala, maka perlu pengetahuan khusus mengenai tempat, kapan dan situasi yang pas saat melemparkan jala, ikan tidak perlu diberitahu, cukup menjeratnya. Tetapi menjala manusia berbeda sifat pekerjaannya. Manusia tidak bisa dijala begitu saja, melainkan kiasan ini diimplementasikan dalam bentuk memberikan keteladanan bagi rekan kerja, komunitas, kelompok, dari keteladanan tersebut orang lain dapat melihat dan merasakan perbedaan. Daya tarik Kekristenan adalah keteladanan, dan panggilan untuk percaya kepada Tuhan Yesus sesungguhnya bukan karena penjelasan yang masuk akal dan diterima nalar, melainkan anugerah,

Oleh karenanya bukan karena kita pintar menjala dengan berkhotbah atau menjelaskan tentang ketuhanan secara baik maka banyak orang menjadi Kristen, tidaklah sesederhana itu, melainkan kasih karunia kepada suku bangsa yang bersangkutan. Tuhan hanya mengajak kita bermitra, sesungguhnya panggilan ini merupakan kehormatan besar. Banyak orang hanya bersedia, tetapi tidak bertindak, sering kali orang mengatakan bahwa dia cinta tanah air Indonesia, dan ingin berbuat bagi bangsa, memiliki kerinduan untuk bersatu, bahu-membahu mengerjakan panggilan suci, tetapi selalu tersandera karena tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Akhirnya hanya “kata” yang keluar tetapi tindakan tidak terjadi. Sesungguhnya Tuhan ingin kita bekerja bersama-sama dengan DIA. Dan Dialah yang mengerjakannya di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13)

Ajakan menjadi penjala manusia tidak ditujukan kepada Pendeta, Gembala atau Hamba Tuhan semata, melainkan ditujukan kepada semua orang yang percaya kepadaNya, setiap orang percaya memiliki mandat memuridkan. Apa profesi kita saat ini ? seorang pengusaha, pedagang, professional, karyawan pemerintah atau karyawan swasta, dengan jabatan tinggi menengah atau rendah, semua Kaum Dunia Kerja atau Kaum Awam memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk menjala manusia dan memuridkan. Bahkan Kaum Dunia Kerja harus bisa memuridkan bangsa. Sepertinya mustahil, tetapi ini adalah kenyataan yang harus dijalankan.

Ingat Yesus Kristus lahir tidak sekedar menjadi bayi kudus, kita merayakan Natal tidak sekedar mendengar harapan baru tetapi kenyataan yang baru, DIA Mesias, DIA Juru Selamat. DIA Pemimpin, DIA Teladan. DIA Berkuasa atas Bumi dan Sorga. Tulisan ini mengajak kita melakukan instropeksi diri sambil melakukan kontemplasi, Berapa lama lagi DIA harus menunggu Anda ? telah berapa kali Anda merayakan Natal ? dan sudahkah Anda memuridkan bangsa Indonesia ? berbagai alasan untuk menolak, tetapi berbagai alasan juga memastikan kita harus bertindak. Kita telah diberi kunci Kerajaan Sorga, kita perlu menutup Gerbang korupsi, Gerbang kejahatan, Gerbang prostitusi, Gerbang Narkoba, Gerbang HIV/AIDS, Gerbang kemelaratan, Gerbang kebodohan dan banyak gerbang-gerbang lainnya. Kita harus berani mengambil alih kepemimpinan. Kepemimpinan yang sanggup memberikan harapan bagi orang tertindas bahkan menghantarnya dalam kemerdekaan, kepemimpinan yang mampu mengembangkan emotional intelligent dan spiritual intelligent. Indonesia saat ini merupakan satu dari 37 negara yang terjebak dalam kebutuhan pangan, sebagian besar kebutuhan pangan bangsa agraris ini di impor dari berbagai Negara, Indonesia telah terperangkap dalam perbudakan modern, masihkah kita tidak menyadarinya ?

Persoalan perbudakan modern yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah akibat dari suatu kepemimpinan dalam pemerintahan, ketidak berpihakkan dan ketidak pedulian birokrat hingga Indonesia mendapat sebutan Negara terkorup, dan Presiden secara resmi dalam pidato mengatakan Negara dirampok, yang paling heran kita belum bisa menemukan perampok intelektualnya, yang diburu hanya pesuruh dan orang suruhan, kalaupun sudah nyata perampoknya sudah dituduhkan, yang hebatnya bisa pula tuduhan itu seolah olah fitnah dan tidak diketahui lagi ujung pangkalnya, ternyata hukum pun telah mati suri. Kita belum menemukan harapan.

Robert Fulghum, penulis buku-buku laris kelahiran Texas (1973), menulis buku All I Really Need to Know I Learned in Kindergarten, terjual 17 juta eksemplar tahun 1986. Dalam buku itu, ia menjelaskan dan memberikan kiat-kiat untuk bagaimana harus hidup, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter dan arif, dan ia mengakui, semua sikap dan nilai-nilai hidup utama itu hanya bisa diperoleh di taman kanak-kanak (TK): berbagi, jujur, berdoa, menghormati teman, tidak menyakiti, kembalikan segala sesuatu pada tempatnya, bersihkan sendiri sampahmu, jangan ambil yang bukan punya kamu, minta maaf pada orang yang kamu sakiti, cuci tangan sebelum makan, selalu waspada, dst. Itu adalah dasar-dasar bagi kemampuan klasifikasi, fungsi, sebab akibat, itu adalah fondasi bagi sebuah karakter yang kelak berani berkata tidak. Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang tidak mati nurani, tidak mati perasaan, tidak buta penglihatan, tidak tuli pendengaran. Kita butuh pemimpin yang seperti dikatakan Peter F Drucker, pakar manajemen kelahiran Austria, demikian, “Manajemen adalah melakukan segala sesuatu dengan benar; kepemimpinan adalah melakukan hal-hal benar.” Artinya kegagalan adalah akibat dari kesalahan klasifikasi dan kesalahan pelaksanaan fungsi-fungsi, sehingga segala sesuatu menjadi salah urus.

Contoh salah urus adalah Deklarasi Presiden Papua dan Perdana Menteri (PM) dalam kongres Rakyat Papua, Negara lewat aparatnya tidak membiarkan hal ini terjadi, seharusnya izin kongres untuk membahas hak-hak dasar masyarakat Papua. Carut marut di Papua tidak lepas dari kehadiran PT Freeport pada tahun 1967, melalui sebuah pertemuan di Jenewa Swiss, rejim Soeharto menggelar karpet merah untuk menyambut masuknya kapitalis asing menjajah Indonesia. Apa yang dilakukan bertentangan dengan semangat revolusi 1945, pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) sebuah gerakan nasionalisasi terjadi pada tahun 1957, dimana 90% perusahaan perkebunan beralih ketangan Indonesia, 60% perdagangan luar negeri beralih ke Indonesia, dan sekitar 240 pabrik, bank, pertambangan, perkapalan juga jatuh ketangan Indonesia. Pemerintah saat itu menerbitkan Undang-undang Nomor 86 Tahun1958, tentang Nasionalisasi Perusahaan Belanda, selain itu diterbitkan UU Penanaman Modal yang sangat membatasi modal asing. Kondisi berbalik tatkala Rejim Soeharto mengesahkan UU penanaman modal asing baru, yang sangat memberi kesempatan kepada kapital asing untuk menguras kekayaan alam Indonesia, salah satunya PT Freeport, perusahaan milik imperialis AS yang menguasai produksi emas dan tembaga dunia. Sedikitnya sudah menghasilkan 7.3 Juta ton tembaga dan 724,7 juta ton emas atau setara ratusan ribu juta dolar Amerika. Tetapi pembangunan Papua jauh dari harapan, malah Kantong Kristen ini mulai berubah dengan bertambahnya jumlah pendatang dari luar tanah Papua. Rakyat Papua menghadapi perbudakan modern. Mari kita urus Papua dengan jujur, benar dan tulus.

Kaum Dunia kerja sebagai karyawan, professional atau pengusaha dapat melakukan mujizat dan perkara ajaib karena Yesus sebagai pusat karya. Mari menjala Manusia, memuridkan Bangsa Indonesia, lepaskan Indonesia dari perbudakan modern, jadilah pemimpin yang berkarakter Kristus.

Kaum Dunia Kerja mari berperan sebagai Imam dan Raja dimanapun kita ditempatkan, bersama Tuhan Yesus Kristus kita dapat melakukan perkara yang lebih besar.

Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru menyongsong Tahun Spiritualitas 2012.

(www.marketplace.or.id )





REKONSILIASI & REKONSTRUKSI INDONESIA

14 11 2011

Oleh Antonius Natan, Th.M. , Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Matius 28: 18, Yesus mendekati mereka dan berkata:” Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”, ayat ini sering di sebut SK 28 dan ayat ini mengandung kebenaran yang hakiki bahwa Yesus Kristus telah diberikan mandat atas jagat raya, kita tentu tidak dalam kondisi meragukan mandat tersebut. Karena Yesus mengatakan kalimat ini kepada orang yang ragu-ragu menyembahNya. Dan ayat ini tidak lepas dari hukum kasih yang menjadi perintah utama. Kita juga mendapat SK (Surat Kuasa) untuk mengajarkan bangsa-bangsa terhadap Hukum Kasih tersebut.

Ayat diatas ditujukan bagi anak-anak Tuhan yang duduk di DPR, Birokrat dan Pelaku dunia usaha dan siapa saja yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, Gereja  yang didalamnya terdiri dari orang-orang percaya harus menyuarakan kebenaran dan berani bertindak melawan system dan budaya korupsi. memperhatikan keadaan moral anak bangsa sudah semakin memprihatinkan, kondisi ini jelas terekam di Media cetak dan telivisi bahwa sistim dan budaya “maling/ merampok uang rakyat” telah menjadi gaya hidup oknum di DPR maupun pemerintahan serta pelaku dunia usaha. Apakah mereka semua bukan orang beragama ? atau didalamnya apakah ada orang Kristen yang disebut anak-anak Tuhan, kalau ada kenapa ikut menjadi pencuri ? memangnya tidak diajarkan didalam gereja mencuri itu dosa ?. sekarang saatnya bangkit berjuang keluar dan jangan berbuat dosa lagi, beranilah bertindak benar karena janji Tuhan dalam Matius 25:20 … “dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”. Ada janji Tuhan bagi pejuang kebenaran, hukum Kasih mengajarkan pendamaian, mari kita berdamai dengan keadaan dan bertobat agar bangsa kita dipulihkan dari cengkeraman dosa korupsi, terikat dengan mammon, lapar terhadap kekuasaan dan haus terhadap kekayaan. Kita merdekakan negeri yang sudah merdeka ini. Orang Kristen harus menjadi motor pertobatan, gereja bersuara sebagaimana Gembala mencari domba yang sesat. Jangan biarkan Kekristenan menodai bangsa ini, martabat  bukan berasal dari kekuasaan dan kekayaan, martabat terjadi karena takut akan Tuhan. Gereja menjadi motor penggerak pembebasan Indonesia dari korupsi.

Apa sebenarnya urusan gereja terhadap masalah bangsa ? bukankah gereja dan anak-anak Tuhan hanya perlu mengatur ibadah dan liturgi saja ? dalam Alkitab hubungan gereja dan pemerintah memiliki kaitan yang sangat erat, sebagai salah satu contoh adalah Peranan Daud sebagai Raja dan Peranan Daud sebagai Imam bersama para panglima mengatur ibadah, (lihat 1 Tawarikh 25:1) Daud mengandalkan Tuhan dalam kepemimpinannya, oleh karena itu penyertaan Tuhan dapat terlihat adalah kemenangan demi kemenangan dapat diraih oleh Daud, berbagai contoh dalam Alkitab menyatakan peranan Anak-anak Tuhan menentukan suatu bangsa, mulai dari Musa, Yusuf, Gideon, Nehemia, Ezra hingga Ester. Pertolongan Tuhan berlaku atas bangsa-bangsa maka pemulihan dan pembangunan negeri menjadi lebih maju, kegagalan suatu Negara maupun bangsa terhindar, transformasi terjadi dimana ada orang yang takut akan Tuhan. Keberadaaan orang yang takut akan Tuhan merubah sejarah bangsa bahkan merubah wajah dunia.

Pemerintahan yang ada saat ini diangkat dan ditinggikan atas seijin Tuhan, pemerintah dalam sumpah/ janji jabatan mengabdi kepada kepentingan rakyat, dalam proses pengabdian ini diperlukan kekuatan dan otoritas Ilahi agar dalam pelaksanaannya bertindak benar dan adil. Tetapi saat ini masyarakat banyak belum sepenuhnya merasakan kebenaran dan keadilan. Salah satu masalah yang hangat saat ini adalah masalah Badan Anggaran yang seharusnya sebagai penyeimbang antara Eksekutif dan Legislatif dan keputusannya berpihak dan mengarah kepada kepentingan rakyat terkait alokasi anggaran. Tetapi oleh berbagai pihak yang mengerti “permainan” di Banggar meminta badan ini harus diamputasi, terbukti sekali lagi bahwa SISTEM yang dibentuk menjadi “pintu gerbang” maling dan rampok menggerogoti APBN maupun APBD. Sistim ini melegitimasi pengumpulan dana dan jika dicermati pada masa ORBA, banggar ini tidak ada. Ini adalah produk reformasi yang diciptakan oleh pemangku kepentingan. Indonesia saat ini memerlukan pemimpin yang takut akan TUHAN dan mengenal Perintah dan Hukum Kasih.

Gaya hidup maling dan rampok uang rakyat yang menjadi budaya akan berujung kepada revolusi budaya, rakyat dan mahasiswa sudah bosan dengan janji janji pemerintah yang akan memberantas koruptor dan mafia anggaran karena terlihat tebang pilih, dengan sendirinya masyarakat menjadi binggung karena yang melakukan penyuapan tidak terbukti dan tidak pernah ada pelakukanya tetapi yang disuap ada buktinya dan dapat dipenjara.

Ada suatu teladan yang dapat dipetik dari tanah rencong, Aceh seperti kata Sultan Iskandar Muda:” Mati anak ada makamnya, tetapi jika hukum yang mati, hendak kemana akan dicari ?” ini adalah jawaban Sultan  saat ditanya kenapa beliau begitu tega memberlakukan rajam hingga mati kepada anaknya sendiri (putera mahkota) yang berbuat zina. Saat ini apakah HUKUM kita sudah MATI ? kalau hukum sudah mati tentu tidak bisa dicari kebenaran dan keadilan. Rakyat harus mencari kebenaran dan keadalan kepada siapa ? kalau hukum sudah mati berarti penguasa itulah sebagai hukum. Kalau penguasa dibutakan karena kekuasaan dan kekayaan maka rakyat harus mencari penggantinya dan perlu dipastikan bukan revolusi berdarah sebagai jawabannya. Jawabannya adalah bahwa kita perlu mengadakan pertobatan nasional dan melakukan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi.

Kepemimpinan bangsa yang lemah, politik bangsa Indonesia saat ini dijalankan oleh penguasa bukan pemimpin. Kepemimpinan dengan ciri Jujur, Cerdas, Adil dan Amanah sukar muncul dalam politik dagang sapi, tawar menawar antar-elit, ketokohan yang mengandalkan “darah biru”, lewat politik pencitraan. Kepemimpinan yang berkualitas adalah kepemimpinan yang mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menggerakkan, kepemimpinan seperti ini menjadi mimpi di era kabinet ini, karena kualitas politisi yang jauh dari etos kenegarawanan. Kita melihat kepemimpinan SBY yang terus harus mendapat sokongan kekuatan yang majemuk, hingga saat ini tetap memelihara Golkar dan PKS dalam koalisi partai, padahal ke-2 partai terbukti membelot dari kesepakatan koalisi dalam kasus hak angket pajak yang baru lalu. Jawabnya jelas dalam politik pluralis, hal yang terpenting adalah menjaga sokongan kekuatan yang majemuk, sehingga SBY mustahil bersikap tegas. Kalau demikian akan dapat diramalkan bahwa tindakan hukum yang sesuai dan membuat efek jera bagi penjarah uang rakyat semakin tidak jelas, ditambah lagi dengan usulan pemerintah mengenai perubahan UU yang bukan memperberat hukuman bagi pelaku korupsi, wacana ini sangat menyedihkan.

Kita perlu menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan sekedar jumlah dan luasnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki peradaban yang besar Seorang Geolog dan Fisikawan nuklir asal Brasil melakukan penelitian selama 30 tahun namanya Prof Arysio Santos meneliti benua Atlantis bahwa Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan dari India bagian selatan, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Paparan Sunda, berdasarkan cerita Plato, Atlantis merupakan Negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu dan menjadi pusat peradaban dunia dari budaya, kekayaan alam, ilmu/ teknologi, bahasa dll. Kekayaan alam dengan bahan mineral serta memiliki sistem bercocok tanam yang sangat maju. Santos menilai ke-engganan Dunia Barat melakukan ekspedisi ataupun mengakui Indonesia sebagai wilayah Atlantis adalah karena akan mengubah catatan sejarah tentang siapa penemu peradaban, dengan adanya sejumlah bukti mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia maka teori yang mengatakan barat sebagai penemu dan pusat peradaban dunia akan hancur.

Kita harus menyadari kita bangsa yang besar dan Tuhan akan melawat bangsa Indonesia dan mari mempersiapkan diri dalam tahun spiritualitas tahun 2012 dan menurut penanggalan Ibrani tgl 28 September 2011  memasuki tahun Ayin Bet dimana manusia menjadi BaitNya dan Tuhan dapat tinggal didalam manusia.

Mari selamatkan Indonesia yang tersesat berbalik dari jalannya menuju jalan yang lurus dan benar. Kebenaran dan keadilan adalah milik rakyat. Takut akan Tuhan adalah awal pemulihan. Mari kaum Dunia Kerja, kita ambil peranan Imam dan Raja. Pergilah melayani menjadi Rasul Dunia Kerja.





Indonesia Merdeka, Sekarang Tersesatkah?

12 09 2011

Oleh Antonius Natan, Th.M. , Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Agustus ini kita merayakan kemerdekaan yang ke 66 tahun, suatu perjalanan panjang menuju Negara Indonesia yang saat ini belum makmur dan belum adil, tetapi menjadi sorga bagi masyarakat yang dapat mengeruk kekayaan seacara halal maupun haram, halal karena mengikuti peraturan dan melakukan transaksi dengan membayar pajak, menjadi haram jika melanggar peraturan dan terbukti bersalah tetapi melakukan “kenakalan” dengan menggoda oknum penjaga Negara yang harusnya menjadi Abdi Negara yang takut Tuhan, takut dikutuk rakyat kalau salah. Malu kepada keluarga dan mertua karena membawa uang haram, tetapi lebih malu lagi kalau dibilang bodoh dan tidak dapat mengambil kesempatan dalam kesempitan, maka berbuat haram dan nanti ngaku dosa, dan jangan sampai ketahuan atasan, kalau ketahuan atasan, ya ngaku saja dan bagikan uang haram tersebut dan besok berbuat lagi mencari pengganti uang yang hilang, jadilah dosa menutupi dosa, atau disebut dosa berantai, dari daerah sampai pusat. Inilah kemerdekaan yang sesungguhnya dalam artian sempit, oknum penyelengara negara bebas berbuat halal maupun haram tanpa batasan yang jelas, tentu masih banyak Abdi Negara yang menyatakan merdeka dan senantiasa maunya yang halal saja. Kita doakan semakin banyak penyelenggara Negara yang takut akan Tuhan, tentunya.

Forum Rektor mengingatkan pemerintah bahwa Indonesia saat ini sudah mulai menuju ke dalam keadaan negara gagal. Indonesia berada diperingkat 61 dari 170 negara yang termasuk dalam indeks negara gagal 2010. “Negara kita sudah dekat menjadi negara gagal dan kalau tidak diperbaiki pemerintah, pada tahun akan datang menjadi negara gagal,” bisakah suatu Negara merdeka lalu gagal ? atau sudah tersesatkah bangsa ini?

Sekali lagi pemerintah mendapat kritikan membangun karena kepedulian kepada Negara Indonesia tercinta dari para mahasiswa, pada akhir Juli 2011, BEM Seluruh Indonesia menyatakan bahwa:

  1. Pemerintah gagal mewujudkan kesejahteraan umum
  2. Pemerintah gagal memberikan perlindungan bagi segenap tumpah darah Indonesia
  3. Pemerintah gagal mewujudkan pendidikan yang terjangkau, berkualitas, dan merata demi mencerdaskan kehidupan berbangsa
  4. Pemerintah gagal mewujudkan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi

Pemerintah didesak untuk bisa mengevaluasi dan memperbaiki kondisi bangsa Indonesia, kelihatan permintaan ini sederhana, tetapi dalam kenyataan dalam sepuluh tahun terakhir memang ke-4 masalah yang diungkapkan elit mahasiswa semakin mencuat dan keadaan tidak semakin membaik bahkan semakin semerawut, tulisan kami pada bulan lalu mengingatkan bahwa sistem pemerintahan dan birokrasi saat ini menciptakan budaya baru dan menjadi nilai yang dianut. Sekali lagi kita perlu merubah sistem dan budaya, agar bangsa ini dapat berjalan lurus.

Kitab Amsal 14:34, menyatakan, “Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa” kutipan mengingatkan kembali harkat dan martabat bangsa Indonesia yang merdeka saat ini, nilai-nilai dan budaya malu sudah hampir lenyap di bumi Indonesia. Sebagian pandangan masyarakat, jikalau seorang pejabat selalu dianggap memiliki kekayaan yang melebihi orang kebanyakan, dengan kata lain, kalau dia pejabat ya pasti dia itu koruptor !, apakah memang benar demikian ?. harusnya tidak!

Bangsa ini telah ternoda dengan segelintir orang-orang yang disebut “pejabat” yang senantiasa “berdosa” karena tidak meninggikan derajat dan martabatnya sebagai seorang “Abdi Negara”. Sumpahnya sebagai abdi senantiasa dilanggar, karena teladan dari para petinggi ditingkat nasional tidak dapat menjadi cermin kepribadian yang luhur. Tiap-tiap daerah dan pejabat lokal mencari bentuk yang sesuai dengan kearifan lokal dan kepentingan pribadi, maka terjadilah perda-perda yang sarat dengan tuntutan yang berujung biaya ekonomi tinggi, mencederai nilai keagamaan dan budaya, dan berbagai hal lainnya. Kemanakah kemerdekaan ? atau sudah tersesatkah kita ?

Budaya malu dikampanyekan oleh salah satu departemen dengan spanduk yang berbunyi, “Premium adalah bbm bersubsidi hanya untuk golongan tidak mampu”, ajakan yang sangat simpatik tentunya, tetapi dibalik itu menimbulkan pertanyaan apakah sumber daya mineral dari hulu ke hilir sudah bebas dari unsur korupsi ?, kalau memang bebas dari korupsi kita pantas malu menggunakan premium yang seharusnya untuk golongan tidak mampu.

Kita perlu mengkampanyekan budaya malu dengan tulisan dispanduk seperti, “Kalau Anda pejabat, jangan Korupsi, karena uang itu untuk masyarakat tidak mampu” atau bunyi spanduk, “Korupsi itu Dosa, sayangi keluarga jangan berikan dosa kepada keluarga Anda”.

Jika kita mengamati lebih lanjut berbagai departemen yang dibentuk dan lembaga lembaga tinggi Negara yang ada seharusnya berjalan sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar Negara dengan menjunjung NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi di era reformasi, tatanan pemerintahan yang baku disesuaikan dengan kepentingan partai, penguasa ataupun kepentingan pribadi dan hasilnya kita melihat berbagai bentuk lembaga dan komisi yang seharusnya tidak diperlukan karena lembaga yang ada seharusnya berjalan efektif. Karena kepentingan-kepentingan dan sekali lagi kepentingan maka kita melihat dibentuknya berbagai Satuan Tugas alias Satgas, seakan lembaga resmi tidak kuasa menerobos sehingga diperlukan lembaga lain secara bersama-sama bergerak dan menerobos rintangan dan hambatan, tetapi dalam banyak kenyataan malah kebersamaan tersebut menimbulkan masalah baru dan harus dibentuk lembaga lain untuk membantu lembaga yang disebut satgas, memang repot! Apakah kita sudah tersesat sehingga lembaga yang seharusnya menegakan keadilan justru harus ditegakkan oleh lembaga lain?.

Bangsa ini memerlukan suatu permulaan yang baru, mari kita kampanyekan TAKUT AKAN TUHAN, jika sistem dikacaukan, budaya yang terbentuk merusak kearifan bangsa yang sesungguhnya, kini saatnya Gereja Tuhan ikut ambil bagian mengkampanyekan kebenaran, Kitab Amsal 1:7; ”Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”.

Indonesia adalah bangsa yang besar tidak sekedar jumlah penduduknya yang mencapai +/- 250 juta jiwa tetapi dengan kawasan yang beragam dan luar biasa terdapat 500 suku bangsa dengan 1.025 tapak budaya, ada 17.504 pulau pulau se-nusantara yang luasnya mencapai +/- 2 juta km2, sebagai bangsa yang berdaulat dalam bingkai NKRI, kita berjuang merebut kemerdekaan dan berjuang untuk mencapai Negara yang adil dan makmur dan rakyat yang takut akan Tuhan.

Ketua MK, Mahfud MD mengatakan “Konstitusi intinya adalah keadilan. Sejarah pemberontakan yang terjadi di sebuah negara isunya ada pada rasa ketidakadilan, bukan kedaulatan politik,”, keadilan akan berjalan dengan sendirinya jika pribadi manusia Indonesia diperbaharui dengan rasa takut akan Tuhan dan gereja Tuhan bergerak membangkitkan rasa cinta tanah air dan mengasihi bangsa ini. Mari selamatkan Indonesia yang tersesat berbalik dari jalannya menuju jalan yang lurus dan benar. Kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa. Kebenaran itu adalah milik rakyat. Takut akan Tuhan terjadi karena dia orang benar. Mari kaum Dunia Kerja, kita ambil peranan Imam dan Raja, Melayani dan mempengaruhi agar kebenaran terjadi. Tinggikan derajat bangsa yang mulia ini melalui peranan pribadi kita.

 

 

 

 








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.