DUNIA KERJA MEMILIKI PERANAN IMAM DAN RAJA

27 04 2010

Refleksi oleh Antonius Natan,Th.M, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Suatu saat saya melihat seseorang memungut sampah tissue disebuah mall, mungkin itu adalah hal yang biasa jikalau dikerjakan oleh Cleaning Service, tapi moment ini dilakukan oleh seorang pria muda berdasi, siapa gerangan sang pemuda ?. saya mencoba mengikutiny karena penasaran, ternyata dia menuju ke mobil mewah yang sedang menunggunya, berarti kesempatan untuk mengenal sang pemuda menjadi sirna.

Suatu hari saya berkunjung kesuatu perusahaan untuk melakukan bisnis, melakukan janji via telepon, ternyata yang menemui saya sang pemuda pemungut sampah, surprised tentunya, seorang pemuda yang santun, tegas sekaligus rendah hati didepan saya. Ternyata dia seorang direktur keuangan. Pembicaraan kami tidak sekedar berbicara bisnis tetapi melebar kemasalah politik, sosial hingga mendarat kemasalah spiritual. Tidak ada kesan dia mengajarkan suatu ajaran agama, tetapi sang pemuda memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain untuk setuju kepada dia terhadap nilai-nilai hidup dan budi pekerti yang diajarkan oleh orang tuanya, sungguh luar biasa!

Dalam Dunia Kerja, sepertinya langka menemukan orang yang baik, tetapi di tengah-tengah dunia usaha dan professional ternyata cukup banyak orang yang memiliki karakter dan integritas yang baik seperti sang pemuda pemungut sampah.

Disadari atau tidak sang pemuda pemungut sampah memiliki peranan Imam dan Raja, dalam kesehariannya sebagai professional dalam dunia kerja peranan Imam di lakoni bukan dalam pelayanan mimbar, melainkan menjadi saluran berkat dan surat terbuka bagi jalannya orang-orang kepada Kristus melalui karakter yang positif dan integritas. Orang-orang disekelilingnya merasakan kehangatan kasih Kristus, pengayoman dan damai sejahtera serta memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab. Sebagai raja sang pemuda memiliki daya sebagai pemimpin yang memiliki otoritas, memandu kelompok kerjanya menuju sasaran perusahaan dengan motivasi yang tinggi, kemajuan perusahaan tak lepas dari kerjasama tim yang solid dan saling percaya dan menghormati dan memiliki tuntunan Tuhan didalamnya.

Tentunya Bapa di Surga sangat bangga jikalau memiliki anak-anak dalam dunia kerja seperti sang pemuda pemungut sampah, kepeduliannya terhadap lingkungan tidak diperlihatkan saat dalam ruang ibadah tetapi di lingkungan masyarakat luas, sikap baik, sopan dan beretika tidak dilakukan saat menjadi penyambut tamu di gereja melainkan tatkala berkomunikasi dengan bawahan, pembantu maupun siapa saja diluar gereja, semuanya merupakan gaya hidup yang wajar. Kalau kita mau kita pasti bisa. Apalagi jika kita mengandalkan Tuhan, bersama Tuhan kita pasti bisa.


Actions

Information

2 responses

27 04 2010
Mr WordPress

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

4 07 2010
handoyo

Amien. Thanks pak Antonius dan setuju sekali. Ada panggilan yang mulia didalam dunia kerja, bukan cuma cari makan dan cari uang. Contoh pemunggut sampah mengingat saya akan seorang pdt gereja yang jemaatnya lebih dari 15.000 org. Dlm suatu acara dan waktu keluar gedung pertemuan yang sudah mulai kosong, saya melihat dia memunguti sampah2 tissiu sambal jalan keluar. Saya melihat kerendah hatian yang luar biasa. Anak2 Tuhan didunia kerja seharusnya jadi Garam dan Terang di Dunia Kerja dalam tindakan2 nyata. Saya percaya kalau ini kita lakukan akan berdampak bagi pemulihan bangsa Indonesia. Salam, handoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: