PEMULIHAN NEGERI MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB DUNIA KERJA

2 07 2010

REFLEKSI: oleh Antonius Natan, Th.M. Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

dan umatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajahKu, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. ( 2 Taw 7 : 14 )

Ayat diatas menjadi populer tatkala Jaringan Doa Nasional (JDN) mendeklarasikan Transformasi Bagi Bangsa Indonesia sejak tahun 2003 dan berlanjut kepada National Prayer Conference (NPC) 5 Mei 2005 hingga kini, apa makna dari ayat ini bagi kita ? Tuhan memberikan standar baku bagi suatu pemulihan negeri, panggilan pemulihan negeri tidak hanya diperuntukkan bagi  Hamba Tuhan, tetapi panggilan ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat, masalahnya siapakah yang mendorong agar terjadi gerakan berbalik dari yang jahat dan mencari wajah Tuhan dengan berdoa sambil merendahkan diri ? di lingkungan gereja ada Hamba Tuhan yang memiliki peranan besar tetapi bagaimana di lingkungan dunia kerja ? tentu di lingkungan dunia kerja merupakan bagian yang harus ditekuni agar gerakan ini menjadi sempurna. Itulah tugas kaum awam yang berada di dunia kerja, menerangi dan menggarami.

Kaum dunia kerja tidak sekedar bertanggung jawab terhadap tugas kantor atau tanggung jawab dinas dimana yang bersangkutan bekerja, tetapi juga bertanggung jawab sebagai Imam dan Raja. Peranan inilah yang menjadikan “umat Tuhan” berbalik dari jalan-jalannya yang jahat dan tentu saja berujung kepada pemulihan negeri. Kita merindukan negara adil dan makmur sebagaimana yang dicita-citakan pendiri Republik Indonesia, dan dapat diwujudkan karena Kaum Dunia Kerja bertindak. Agar makna ayat tersebut dapat di jabarkan, mari kita perhatikan sbb.:

umatKu

Siapakah yang disebut umatNya ? tentu saja setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Mereka yang melakukan ritual ibadah sesuai dengan ajaran gereja dan Firman Tuhan, dan mengerjakan keselamatan melalui perbuatan baik.

Tatkala iman bertumbuh menjadi dewasa maka karakter semakin dipulihkan, terlihat dari prilaku dan karakter yang semakin penuh kasih, damai, tulus dan penolong.

merendahkan diri

Sebagai penganut Kristus, sebagian orang bangga akan gereja dimana yang bersangkutan beribadah, tentu hal tersebut sangat baik, tetapi yang menjadi masalah adalah melihat gereja lain seakan “tidak benar”. Sedangkan gereja yang bersangkutan “lebih benar”.

Manusia Kristen sering terperangkap dalam jebakan penafsiran teologia dan dogma terkadang juga liturgi. Melalui refleksi ini mari kita saling menghormati pemahaman dan penghayatan Firman Tuhan dari setiap gereja, kita juga memahami setiap orang memiliki panggilan hidup yang berbeda, tentu gereja juga memiliki panggilan pelayanan yang berbeda, dengan keberagaman tersebut kita melihat kasih Tuhan begitu melimpah. Sudahkah kita rendah hati menurut ukuran Tuhan ?.

berdoa dan mencari wajahKu

“Berdoa mencari wajah Tuhan” seakan kalimat yang tidak mungkin di lakukan, mustahil manusia mencari wajah Tuhan. Memang seakan mustahil tetapi doa memiliki rumusan yang sederhana masuk kedalam kamar, tutup pintu dan berbicara kepada Bapa di Sorga. Mungkin waktu di sekolah minggu diajarkan berdoa tutup mata dan lipat tangan, dengan tujuan agar anak-anak lebih focus, tetapi jika kita memiliki kerinduan berbicara kepada Bapa di Sorga dapat mengikuti teladan murid Yesus.

Sehingga kita tidak mempersoalkan cara atau gaya doa, liturgy dan dogma diciptakan agar membantu kita focus kepada tujuan, saat ini kita perlu menguji diri apakah kita bisa berdoa dan berbicara kepada Bapa. Dengan komunikasi tentu kita dapat memahami apa yang menjadi kehendap Tuhan dalam kehidupan kita.

berbalik dari jalan-jalannya yang jahat

Dengan kita mengerti kehendak Tuhan, kita dapat berjalan sesuai tuntunan Tuhan, ada kemampuan, kesanggupan dan pertolongan Tuhan dalam setiap tindakan kita, tentunya dengan sedirinya kita berbalik dari jalan kita yang salah.

Kita memerlukan tujuan yang jelas, dengan jalan yang benar serta arah yang sesuai dan waktu yang tepat, jalan hidup kita sudah ditetapkan Tuhan dan kita perlu berada ditempat yang benar dan waktu yang tepat, bagaimana mengetahuinya ? kembali lagi kepada rumusan kita harus berkomuniksi dengan Bapa Di Sorga yaitu berdoa.

Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka

Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi senantiasa memperhatikan dan mengawasi umatNya akan memiliki belas kasihan kepada umat yang meminta pertolongan dan berbalik dari jalan yang jahat. Mata Tuhan melihat dan Tuhan mendengarkan keluhan yang jujur dan menguji hati dan pikiran. Kerendahan hati, tekad dan keberanian kita menghadap Tahta Suci membuat Tuhan berbelas kasihan dan memberikan keselamatan.

memulihkan negeri mereka

Tuhan memiliki kepentingan membela umatNya, Karena begitu besar kasih Bapa kepada dunia, sehingga DIA mengaruniakan AnakNya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya akan memperoleh hidup kekal. Janji ini berlaku untuk umatNya yang di bumi maupun di Sorga.

Kita masih berada di bumi dan Tuhan akan memenuhi janji kepada umat tebusanNya, berkat-berkatNya akan mengalir melalui Umat yang percaya, tanah, tumbuhan akan menghasilkan sesuatu yang baik dan berguna, tanah yang subur akan memberikan kemakmuran, bencana alam dan perubahan iklim tetap terjadi tetapi perlindungan Tuhan tetap nyata.

Takut akan Tuhan akan terjadi dalam dunia usaha, pemerintahan, birokrasi, politikus, gereja Tuhan dipenuhi kemuliaan Tuhan, damai sejahtera Tuhan mengalir, semuanya menciptakan stabilitas politik, ekonomi, keuangan dan hubungan antara manusia menjadi harmonis.

Melihat dan mempelajari ayat ini, Dunia kerja memiliki peranan strategis mengubah suatu negeri, Bangkit dunia kerja, miliki peranan Imam dan Raja.


Actions

Information

2 responses

4 07 2010
handoyo

Mantap pak Antonius. Thanks utk sharingnya. Ayo teman2 Dunia Kerja, tunjukkan jati dirimu…… love our country and pray. GBU. handoyo

19 07 2010
Tony

yess…pekerjaan kita adalah juga penyembahan kita kepada Tuhan, tidak ada pemisahan antara hal sekuler dan rohani, semuanya adalah hal rohani, mari kita bersama-sama memulihkan negeri ini dimulai dengan marketplace.
Work is worship.

Salam,
Tony
http://www.pakarsindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: