EBEN HAEZER…… Sampai di Sini TUHAN Menolong

4 08 2010

Refleksi: Antonius Natan Th. M, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Eben Haezer…. “Sampai di Sini TUHAN menolong kita”. Ini adalah sepotong ayat dari 1 Samuel 7:12, ayat ini merupakan suatu tanda yang di buat Samuel untuk mengingat akan kebaikan dan pertolongan TUHAN pada jamannya, pada saat ini penggalan ayat ini masih sangat aktual.

Jalan hidup sering sekali ditandai sesuatu keadaan senang, sedih, tertekan, marah, kecewa, menang, gembira, terbebas dan berbagai situasi yang bisa saja membuat orang  menjadi lemah atau kuat dan termotivasi untuk lebih baik, tetapi ada kondisi dimana ada orang tidak menyadari atau tidak mau peduli lagi perbedaan suka dan duka, sedih maupun gembira, tertekan maupun terbebas, karena himpitan begitu menekan, masalah bertubi-tubi datang silih berganti sehingga semua berjalan begitu saja tanpa makna. Bosan dengan keadaan dan pasrah akan takdir, seakan tidak ada pengharapan, hidup ini sulit dan lebih baik menerima keadaan.

Stagnasi

Kondisi menekan dan terpuruk menjadikan kita sebagai manusia apa adanya, situasi tertekan dan bermasalah dianggap takdir, dalam menjalani kehidupan, hari berganti hari, minggu berganti minggu bergumul terhadap masalah dan terkungkung dengan keadaan yang pada akhirnya hanya fokus untuk diri sendiri.

Tentu kita tidak bisa menyalahkan latar belakang keluarga yang tidak beruntung atau tidak mengalami keberuntungan, situasi tersebut bukan merupakan hambatan untuk hidup berkemenangan, tentu ada jalan keluar, hanya saja kita perlu mencari jalan keluarnya.

Hidup manusia tidak berhenti karena keadaan, kita harus bangkit dan maju, jika fokus terhadap masalah pribadi, ada kecenderungan kita menjadi stagnan, berhenti ditempat. Sebagai Manusia Kristus kita tentu kita tidak bersedia hidup dalam kekelaman, perlu improvisasi agar hidup menjadi lebih berarti itu adalah jalan keluarnya.

Improvisasi

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan kepadaNYA, suatu syair yang juga merupakan penggalan ayat ini mengingatkan kita bahwa ada TUHAN yang membawa pengharapan menuju perubahan, manusia memerlukan hari hari baru untuk maju dan menyongsong kemenangan, bersama Tuhan kita pasti bisa, adakan waktu sejenak untuk berkomunikasi dengan DIA melalui doa. Doa bukan diperuntukkan bagi orang orang suci saja, tetapi bagi orang yang percaya kepada Tuhan, Tuhan ada, DIA pencipta langit dan bumi, kepada DIAlah kita berseru. Melakukan komunikasi dengan Tuhan adalah improvisasi hidup untuk melangkah menuju jalan keluar.

Berkenan di hadapan Tuhan bukanlah suatu perkara yang mustahil, karena DIAlah yang mengerjakan segala sesuatu menurut kehendak dan kerelaanNya, sehingga prilaku dan tindakan kita dikerjakan dengan pertolonganNYA, sesuatu yang sederhana perlu dikerjakan yaitu kerendahan hati meminta DIA Menolong agar hidup kita berkenan, selanjutnya langkah-langkah kitapun di tolong Tuhan, hidup dalam kasih karunia adalah anugerah yang tidak dapat dibeli dengan uang. Kerelaan manusia meminta pertolongan Tuhan merupakan kunci agar manusia berimprovisasi dalam mengarungi kehidupan, perubahan demi perubahan terjadi sehingga setiap masalah pasti ditemukan solusi dan kemenangan demi kemenangan mengikuti. Dengan demikian kita diberikan kemampuan dan kesanggupan menanggung beban, kekuatan bertambah, pengharapan baru muncul sehingga memotivasi bertahan untuk menggapai kemenangan.

Evaluasi

Bersama Tuhan kita dapat melakukan perkara yang besar, syair yang sering didengungkan dan juga merupakan ayat Kitab Suci, bagi sebagian orang sudah menjadi kenyataan hidup, tetapi bagi sebagian lagi masih merupakan syair, kita tidak bisa berpuas diri dengan keadaan saat ini, harapannya apa yang dikerjakan adalah yang terbaik kita berikan.

Berapa besar kemampuan dan kapasitas yang kita miliki untuk melayani dunia bisnis sebagai bagian tugas dan tanggung jawab atas jabatan yang dimiliki, apakah juga kapasitas dan kemampuan tersebut dilakukan juga untuk mengerjakan pelayanan sosial atau pelayanan dalam gereja ?. sebagai manusia Kristus memiliki panggilan melayani Dunia Kerja, peranan Imam dan Raja merupakan jabatan yang dimiliki anak-anak Tuhan yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kesibukan dalam pekerjaan membuat terhambat dan terkungkung ? kondisi ini membuat kita stagnasi dalam pelayanan pekerjaan sosial maupun kegiatan gerejawi ? diperlukan improvisasi dalam menjalani hidup, diperlukan sedikit kerendahan hati dan berdoa meminta pertolonganNya, kemudian bertindaklah, memulai dengan memberikan dana untuk pekerjaan sosial maupun mendanai kegiatan persekutuan doa atau gereja. Tidak berhenti sampai disitu saja, aktif dan berikan waktu untuk bersama-sama dalam komunitas, lakukan perubahan jadilah penggerak transformasi, menjangkau jiwa-jiwa terhilang.

Mungkin ada yang hilang dari dalam kehidupan kita, ada dana yang dikeluarkan, waktu istrahat tersita, hobby terhalang, tetapi ada banyak hal yang diperoleh, mujijat Tuhan terjadi dalam kehidupan, perubahan yang mustahil semuanya tidak dapat dinilai dengan uang atau apapun. Tetapi semua adalah pilihan kita, Tuhan hanya memanggil dan memilih. Kita umat pilihannya, apakah kita bersedia mengaktivasi pilihan ?

Mari evaluasi diri, apakah kapasitas dan kemampuan sudah berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan ? dunia menantikan Anda, tanpa kaum Dunia kerja, profesional dan usahawan maka usaha pekerjaan dalam Tuhan belum sempurna. Kesempurnaan semakin menjadi nyata jika Kaum Dunia Kerja bergerak.

Mari kita bergerak, bangkit Dunia Kerja raih peranan Imam dan Raja.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: