DUNIA KERJA BANGKITLAH DAN MENJADI TERANGLAH

26 08 2010

Refleksi oleh Antonius Natan,Th.M, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

DUNIA KERJA BANGKITLAH DAN MENJADI TERANGLAH

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka ! pekikkan perjuangan yang masih aktual hingga saat ini, bisa dibayangkan jauh sebelum kemerdekaan, pada masa memperjuangkan kemerdekaan, walaupun belum merdeka, belum ada tanda-tanda merdeka, suasana tetap mencekam, darah masih tertumpah, korban jiwa berjatuhan, korban perang masih meradang, pejuang kemerdekaan tetap memekikkan teriakan merdeka ! apakah saat itu mereka sudah kehilangan akal sehat ?, berteriak penuh semangat saat serangan gencar dari penjajah dan saat mortir menghujam, menghancurkan, memporak porandakan, sangat ironis, tetapi itulah perjuangan, tidak mengenal lelah, teriakkan membangkitkan dan memberikan harapan. Pemimpin perjuangan telah membangkitkan dan menjadi terang sehingga rakyat ikut bergerak dan akhirnya kemerdekaan menjadi milik bangsa Indonesia.

Pejuang kemerdekaan telah bangkit dan menjadi terang bagi rakyat Indonesia, hingga kini tongkat estafet terus bergerak mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, dengan segala bentuk kekurangannya bersediakah Anda menjadi pelaku pembangunan bagi bangsa ini ?.

Dengarlah PanggilanNYA

Mari kita semua umat pilihan TUHAN, dengarlah panggilanNYA, sekarang waktunya untuk berdiri bagi bangsa ini berjuang meraih tongkat estafet pembangunan, menyempurnakan pekerjaan para pejuang kemerdekaan, mari bangkit dan menjadi terang. Mari kita berjuang melawan kebodohan, memerangi kemiskinan, merdeka dari ikatan kuasa kegelapan, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Apa profesi Anda saat ini ? sudahkah Anda menyediakan waktu untuk pengabdian kepada masyarakat ?, kepedulian kepada masyarakat adalah cerminan bagi orang yang mendengar panggilanNYA

Kini saatnya kita merenungkan apakah arti kemerdekaan bagi kita terkait dengan panggilanNYA ?, Rasul Paulus menulis,” Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layani seorang akan yang lain oleh kasih”.

Pengabdian masyarakat dimaknai dengan melayani orang lain dengan kasih dan kitalah yang memiliki otoritas karena kita diutus oleh TUHAN. Pilihan ada ditangan kita, kemakmuran yang kita miliki saat ini tidak boleh menghambat atau tidak memiliki waktu agar kemakmuran tetap terjamin, atau Anda sedang memperjuangkan agar hidup makmur sehingga tidak menyediakan waktu untuk melayani orang lain. Memang ironis tatkala pejuang kemerdekaan yang notabene tidak memiliki kehidupan yang makmur tetap semangat, tetap bangkit, tetap menjadi terang !. Sesungguhnya merekalah yang yang menjadi sumber inspirasi, kita harus bangga dan salut, jika para pejuang sibuk memakmurkan diri pribadi tentu bangsa ini menjadi kacau dan kemerdekaanpun luput dari tangan kita.

Peranan Imam dan Raja

Saat ini apapun profesi kita dengan tidak melihat kedudukan atau sejauh mana kekayaan yang dimiliki, semua dipanggilNYA untuk melayani. Perhatikan sekeliling kita, apa kebutuhan prioritas ? bisakah Anda menjadi fasilitator untuk memenuhi kebutuhan tersebut ? ajaklah teman, ajak komunitas, bentuk kelompok kerja, lakukan sesuatu, itulah pembangunan. Anda mengisi kemerdekaan bukan untuk kesenangan pribadi tetapi mulai melayani sesama. Dekatlah dengan masyarakat sekitar, di lingkungan kantor, di lingkungan rumah atau di manapun Anda beraktifitas disanalah Anda memiliki peranan Imam dan Raja, Anda adalah pemegang otoritas Ilahi.

Kaum Dunia kerja, professional dan usahawan mari bangkit dan menjadi terang ditengah-tengah masyarakat, kita mengisi kemerdekaan dengan mengupayakan transformasi di komunitas, TUHAN membutuhkan mitra kerjanya di dunia ini, Anda adalah bagian dari kemitraan tersebut. Bergeraklah, bangsa ini masih membutuhkan kerjasama, dukungan dan jalan keluar terhadap kemiskinan, kesehatan dan peningkatan pendidikan.

Setelah 65 tahun merdeka kondisi pembangunan belum sempurna, kita umat Kristiani diberikan otoritas untuk melakukan rekonsiliasi dan rekonstruksi pembangunan agar tertransformasi menuju masyarakat yang bermartabat, mari kita fokus terhadap pembangunan komunitas, dengan peranan Imam dan Raja kita bisa melakukan segala perkara seturut kehendak TUHAN.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: