Kaum Dunia Kerja Adalah Anggota Dewan Musyawarahnya Tuhan.

17 09 2010

Refleksi oleh Antonius Natan Th.M. Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

“Sekiranya mereka hadir dalam dewan musyawarah-Ku, niscayalah mereka akan mengabarkan firman-Ku kepada umat-Ku, membawa kembali dari tingkah langkahnya yang jahat dan dari perbuatan-perbuatannya yang jahat”
Yeremia 23:22

Sebagai umat pilihan kita memiliki otoritas yang luar biasa, salah satu buktinya adalah pengakuan Tuhan semesta alam bahwa kita dapat hadir dalam dewan musyawarah-Nya, keberadaan kita sangat berharga dimata Tuhan, pandangan, pendapat dan mungkin juga permintaan kita sangat diperhatikan dalam dewan musyawarah tersebut.
Apakah dalam posisi tersebut kita masih meragukan peran dan fungsi kita sebagai agen-agen transformasi ? atau memang tidak pernah tahu jikalau kita memiliki akses dalam dewan musyawarah ? atau selama ini kita tahu tetapi tidak pernah hadir dalam dewan musyawaranya Tuhan ?

Sama seperti para anggota dewan perwakilan rakyat, mereka mendapat otoritas dari para pemilih untuk mewakili rakyat pemilihnya dalam ikut serta membentuk undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahan serta segudang aktifitas lainnya untuk membangun bangsa. Apa yang terjadi jika anggota dewan tidak pernah mengikuti sidang ? tentu mereka dinyatakan tidak menjalankan peran dan fungsinya, tidak ikut serta membangun bangsa karena sibuk dengan urusan pribadi mungkin.

Kembali kepada pribadi kita, setelah menjadi umat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus apakah kita melakukan peranan dan fungsi sesuai mandat yang digariskan Tuhan ? salah satu mandat-Nya adalah memuridkan atau mewartakan kabar sukacita. Apakah Kita masuk kedalam dewan musyawarah hanya untuk mendengarkan dan kemudian meninggalkannya begitu saja tanpa melibatkan diri dalam proses ? ada saatnya setiap umat dimintakan pertanggungan jawab oleh Tuhan pencipta langit dan bumi, siapkah kita mempertanggung jawabkan peran dan fungsi kita ?

Kaum Dunia kerja, professional dan usahawan, kita dipanggil tidak saja berkarya dalam dunia sekuler dan menjadi sukses karenanya, tetapi semua profesi dan kegiatan kita dalam dunia kerja merupakan alat untuk mengerjakan mandat-Nya. Kesuksesan dan harta yang kita miliki adalah modal dan kendaraan menuju jiwa-jiwa yang terhilang, kemampuan kita sukses dalam bisnis adalah pelajaran untuk menjalani hidup sukses dalam lingkup spiritual.

Memasuki tahun Ayin Aleph, Tahun baru Rosh Hassanah 5771 pada bulan September ini dimana mata Tuhan tertuju kepada umat-Nya dan menjadikan kita yang utama. Tentu adalah suatu kehormatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, seorang Hamba Tuhan yang disegani Rev. Chuck Pierce mengatakan bahwa kita sedang memasuki sebuah masa otoritas dan kuasa tanpa batas “a season of new authority – power in submission to the king”, otoritas dan kuasa itu hanya akan dicurahkan disaat kita memperoleh pengertian, rela berjalan dan menyelaraskan diri dengan Sang raja kita, Yesus Kristus.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Rev. Dr. Morris Cerullo bahwa pencurahan Roh Kudus tanpa batas dan pelipatgandaan berkat tiada batas “Nothing Wanting” tidak akan kekurangan, dibalik itu kita harus berhati-hati terhadap teguran dan bencana akan meningkat.
Mari bersyukur kepada Tuhan semesata alam, panggilah nama-Nya, beritahukanlah perbuatanNya diantara bangsa-bangsa, masyurkanlah bahwa namaNya tinggi luhur.

Kuasa dan otoritas Ilahi yang dimiliki Kaum Dunia kerja, professional dan usahawan sanggup menaklukkan segala “musuh” dan sanggup mengubah kehidupan masyarakat, kuasa dan otoritas untuk melakukan transformasi.

Mari berikan diri kita untuk berjalan bersama-sama dengan DIA dan mengijinkan Sang Raja memproses, membentuk dan mendisiplinkan diri kita agar kita masuk dalam level dan kapasitas yang sesuai sehingga menjadi manusia baru yang memiliki kuasa dan otoritas baru yang lebih luar biasa. Percayalah bahwa DIA yang memampukan, mengubah dan menyempurnakan pekerjaan kita.

Kaum Dunia Kerja, profesional dan usahawan yang bergerak dalam bidang ekonomi dan keuangan, saat ini waktunya untuk bangkit membangun ekonomi bangsa ini berdasarkan prinsip prinsip kebenaran karena saat ini adalah saat kebangkitan Marketplace.
Dalam tekanan dan guncangan ekonomi yang melanda dunia TUHAN memberikan hikmat agar kemakmuran berpindah ketangan orang-orang benar.

Mari masuk dalam dewan musyawarahnya Tuhan, dengarkan, bertindaklah sesuai kehendak Sang Raja. Bangkitlah Dunia kerja raihlah peran Imam dan Raja.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: