KAUM DUNIA KERJA, MELAKUKAN PEKERJAAN YANG LEBIH BESAR

16 11 2010

Refleksi oleh Antonius Natan,Th.M, Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu….” Yohanes 14:12

Akhir-akhir ini beberapa media masa menuliskan headline si “anu” mirip dengan si “anu” padahal sebagai awam, orang kebanyakan tahu persis bahwa yang di maksudkan si “anu” memang benar benar si “anu” bukan mirip tetapi media masa menyatakan dia mirip, Kalau mirip berarti bukan. Ada kepastian didalamnya, tetapi yang terjadi terkadang malah sebaliknya yang asli dibilang palsu, masyarakat disuguhi berita bohong, terjadi pembodohan dan kebohongan publik. Semuanya bersembunyi dibalik asas praduga tak bersalah atau sejumlah pasal dalam KUHP yang bisa-bisa multi tafsir. betapa peliknya !.
Zaman kepalsuan yang kita hadapi akhir-akhir ini merupakan pendidikan praktis bagi masyarakat dan para pemimpin untuk mendapatkan generasi yang mirip-mirip pahlawan, sepertinya pahlawan tetapi sesungguhnya koruptor, sepertinya pejabat sesungguhnya penjahat, konotasi mirip pejabat dan mirip pahlawan berarti orang dimaksud bukan pejabat dan bukan pahlawan, tetapi media masa bisa saja membuat pencitraan yang bagus sehingga yang mirip pahlawan dan mirip pejabat menjadi seperti pejabat dan pahlawan yang sebenarnya.

Melakukan pekerjaan-pekerjaan Yesus
Yohanes mengutip perkataan Yesus:”… barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan…”. Ayat ini mengandung kemustahilan, betapa tidak, perlu direnungkan apakah kita sanggup berpuasa 40 hari 40 malam ? atau mengubah air menjadi anggur ? atau berjalan diatas air ? rasanya semakin mustahil jika kita membaca contoh diatas, lantas kenapa Yesus bersabda demikian ? bahkan dalam ayat selanjutnya Yesus mengatakan:”… bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu…” . mungkin kita bisa menafsirkan bahwa perkataan ini dapat dilakukan di masa gereja purba atau yang dilakukan ini hanya untuk murid atau rasul pada zaman gereja mula-mula. Mungkin benar !, tetapi apakah Yesus yang kita sembah hanya berkarya hingga diawal abad masehi, sedangkan Yesus termasuk sebagai TUHAN yang menciptakan langit dan bumi, DIA mahakuasa dan DIA disebut yang awal dan yang akhir. Jadi yang pasti TIDAK benar kalimat diatas, Yesus yang kita sembah masih berkarya hingga saat ini bahkan sampai akhir jaman. Lantas bagaimana pasal ini menjadi actual pada jaman kita saat ini ?.

Yesus sebagai pusat karya
Peristiwa miri-mirip menjadi nyata jika di implementasikan dalam kehidupan kerohanian anak-anak Tuhan, ada orang beranggapan dia mirip Yesus karena dia mendapat pewahyuan, lebih naif lagi jika yang bersangkutan menyatakan sebagai reinkarnasi Yesus, sangat jelas bahwa yang diyatakan mirip berarti “bukan” atau”tidak” ! atau ada ucapan, “Anda mirip pendeta”, “Anda mirip pengkhotbah” atau “Anda mirip rohaniawan” karena ada kata mirip maka sesungguhnya Anda bukan pendeta, bukan pengkhotbah dan juga bukan rohaniawan karena hanya mirip-mirip saja, jadi penuh kepalsuan ! jangan marah, coba renungkan, apakah Anda melakukan juga pekerjaan-pekerjaan Yesus ? bukan mirip tetapi sesungguhnya, berarti bukan sebagian-sebagian, tetapi seutuhnya. Sekali lagi pasal ini menjadi mustahil untuk diterapkan. Benarkah ?
Rasul Paulus seorang yang berpendidikan menyatakan kalimat yang bisa menjawab masalah diatas, sebagaimana tercantum dalam Filipi 3 “…bahwa segala sesuatu kuanggap rugi…dan menganggapnya sampah… supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri…” .
Melalui Rasul Paulus kita memperoleh pengertian bahwa hidup ini bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup dalam aku dan Kristus Yesus hidup dalam diri kita, segala sesuatu yang kita lakukan berpusatkan kepada Kristus Yesus. Yesus sebagai pusat karya kita, karena DIA berada didepan kita maka seluruh firman yang diucapkan menjadi berlaku bagi kita. Rasul Paulus akhirnya bertekad memperoleh Kristus dan berada dalam Dia, sehingga kita bisa melihat karya Rasul Paulus pada awal abad masehi berkembang terus hingga saat ini.
Peranan Kaum Dunia Kerja
Tidak heran kalau Kaum Dunia kerja sebagai karyawan, professional atau pengusaha dapat melakukan mujizat dan perkara ajaib karena Yesus sebagai pusat karya, apa yang dikerjakan menurut kehendak dan rencana Tuhan. Seperti teladan Rasul Paulus bertekad memperoleh Kristus dan berada dalam Dia (Tuhan Yesus Kristus).
Kaum Dunia Kerja mari kita menempatkan Yesus sebagai Pusat Karya, raih panggilan sebagai Imam dan Raja dimanapun kita ditempatkan, bersama Tuhan Yesus Kristus kita dapat melakukan perkara yang lebih besar.


Actions

Information

One response

19 10 2011
Martin sutanto

Thanks pa Albert. Maju trus. Gbua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: