REKONSILIASI & REKONSTRUKSI INDONESIA

14 11 2011

Oleh Antonius Natan, Th.M. , Fasilitator Umum Jaringan Dunia Kerja

Matius 28: 18, Yesus mendekati mereka dan berkata:” Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”, ayat ini sering di sebut SK 28 dan ayat ini mengandung kebenaran yang hakiki bahwa Yesus Kristus telah diberikan mandat atas jagat raya, kita tentu tidak dalam kondisi meragukan mandat tersebut. Karena Yesus mengatakan kalimat ini kepada orang yang ragu-ragu menyembahNya. Dan ayat ini tidak lepas dari hukum kasih yang menjadi perintah utama. Kita juga mendapat SK (Surat Kuasa) untuk mengajarkan bangsa-bangsa terhadap Hukum Kasih tersebut.

Ayat diatas ditujukan bagi anak-anak Tuhan yang duduk di DPR, Birokrat dan Pelaku dunia usaha dan siapa saja yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, Gereja  yang didalamnya terdiri dari orang-orang percaya harus menyuarakan kebenaran dan berani bertindak melawan system dan budaya korupsi. memperhatikan keadaan moral anak bangsa sudah semakin memprihatinkan, kondisi ini jelas terekam di Media cetak dan telivisi bahwa sistim dan budaya “maling/ merampok uang rakyat” telah menjadi gaya hidup oknum di DPR maupun pemerintahan serta pelaku dunia usaha. Apakah mereka semua bukan orang beragama ? atau didalamnya apakah ada orang Kristen yang disebut anak-anak Tuhan, kalau ada kenapa ikut menjadi pencuri ? memangnya tidak diajarkan didalam gereja mencuri itu dosa ?. sekarang saatnya bangkit berjuang keluar dan jangan berbuat dosa lagi, beranilah bertindak benar karena janji Tuhan dalam Matius 25:20 … “dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman”. Ada janji Tuhan bagi pejuang kebenaran, hukum Kasih mengajarkan pendamaian, mari kita berdamai dengan keadaan dan bertobat agar bangsa kita dipulihkan dari cengkeraman dosa korupsi, terikat dengan mammon, lapar terhadap kekuasaan dan haus terhadap kekayaan. Kita merdekakan negeri yang sudah merdeka ini. Orang Kristen harus menjadi motor pertobatan, gereja bersuara sebagaimana Gembala mencari domba yang sesat. Jangan biarkan Kekristenan menodai bangsa ini, martabat  bukan berasal dari kekuasaan dan kekayaan, martabat terjadi karena takut akan Tuhan. Gereja menjadi motor penggerak pembebasan Indonesia dari korupsi.

Apa sebenarnya urusan gereja terhadap masalah bangsa ? bukankah gereja dan anak-anak Tuhan hanya perlu mengatur ibadah dan liturgi saja ? dalam Alkitab hubungan gereja dan pemerintah memiliki kaitan yang sangat erat, sebagai salah satu contoh adalah Peranan Daud sebagai Raja dan Peranan Daud sebagai Imam bersama para panglima mengatur ibadah, (lihat 1 Tawarikh 25:1) Daud mengandalkan Tuhan dalam kepemimpinannya, oleh karena itu penyertaan Tuhan dapat terlihat adalah kemenangan demi kemenangan dapat diraih oleh Daud, berbagai contoh dalam Alkitab menyatakan peranan Anak-anak Tuhan menentukan suatu bangsa, mulai dari Musa, Yusuf, Gideon, Nehemia, Ezra hingga Ester. Pertolongan Tuhan berlaku atas bangsa-bangsa maka pemulihan dan pembangunan negeri menjadi lebih maju, kegagalan suatu Negara maupun bangsa terhindar, transformasi terjadi dimana ada orang yang takut akan Tuhan. Keberadaaan orang yang takut akan Tuhan merubah sejarah bangsa bahkan merubah wajah dunia.

Pemerintahan yang ada saat ini diangkat dan ditinggikan atas seijin Tuhan, pemerintah dalam sumpah/ janji jabatan mengabdi kepada kepentingan rakyat, dalam proses pengabdian ini diperlukan kekuatan dan otoritas Ilahi agar dalam pelaksanaannya bertindak benar dan adil. Tetapi saat ini masyarakat banyak belum sepenuhnya merasakan kebenaran dan keadilan. Salah satu masalah yang hangat saat ini adalah masalah Badan Anggaran yang seharusnya sebagai penyeimbang antara Eksekutif dan Legislatif dan keputusannya berpihak dan mengarah kepada kepentingan rakyat terkait alokasi anggaran. Tetapi oleh berbagai pihak yang mengerti “permainan” di Banggar meminta badan ini harus diamputasi, terbukti sekali lagi bahwa SISTEM yang dibentuk menjadi “pintu gerbang” maling dan rampok menggerogoti APBN maupun APBD. Sistim ini melegitimasi pengumpulan dana dan jika dicermati pada masa ORBA, banggar ini tidak ada. Ini adalah produk reformasi yang diciptakan oleh pemangku kepentingan. Indonesia saat ini memerlukan pemimpin yang takut akan TUHAN dan mengenal Perintah dan Hukum Kasih.

Gaya hidup maling dan rampok uang rakyat yang menjadi budaya akan berujung kepada revolusi budaya, rakyat dan mahasiswa sudah bosan dengan janji janji pemerintah yang akan memberantas koruptor dan mafia anggaran karena terlihat tebang pilih, dengan sendirinya masyarakat menjadi binggung karena yang melakukan penyuapan tidak terbukti dan tidak pernah ada pelakukanya tetapi yang disuap ada buktinya dan dapat dipenjara.

Ada suatu teladan yang dapat dipetik dari tanah rencong, Aceh seperti kata Sultan Iskandar Muda:” Mati anak ada makamnya, tetapi jika hukum yang mati, hendak kemana akan dicari ?” ini adalah jawaban Sultan  saat ditanya kenapa beliau begitu tega memberlakukan rajam hingga mati kepada anaknya sendiri (putera mahkota) yang berbuat zina. Saat ini apakah HUKUM kita sudah MATI ? kalau hukum sudah mati tentu tidak bisa dicari kebenaran dan keadilan. Rakyat harus mencari kebenaran dan keadalan kepada siapa ? kalau hukum sudah mati berarti penguasa itulah sebagai hukum. Kalau penguasa dibutakan karena kekuasaan dan kekayaan maka rakyat harus mencari penggantinya dan perlu dipastikan bukan revolusi berdarah sebagai jawabannya. Jawabannya adalah bahwa kita perlu mengadakan pertobatan nasional dan melakukan Rekonsiliasi dan Rekonstruksi.

Kepemimpinan bangsa yang lemah, politik bangsa Indonesia saat ini dijalankan oleh penguasa bukan pemimpin. Kepemimpinan dengan ciri Jujur, Cerdas, Adil dan Amanah sukar muncul dalam politik dagang sapi, tawar menawar antar-elit, ketokohan yang mengandalkan “darah biru”, lewat politik pencitraan. Kepemimpinan yang berkualitas adalah kepemimpinan yang mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menggerakkan, kepemimpinan seperti ini menjadi mimpi di era kabinet ini, karena kualitas politisi yang jauh dari etos kenegarawanan. Kita melihat kepemimpinan SBY yang terus harus mendapat sokongan kekuatan yang majemuk, hingga saat ini tetap memelihara Golkar dan PKS dalam koalisi partai, padahal ke-2 partai terbukti membelot dari kesepakatan koalisi dalam kasus hak angket pajak yang baru lalu. Jawabnya jelas dalam politik pluralis, hal yang terpenting adalah menjaga sokongan kekuatan yang majemuk, sehingga SBY mustahil bersikap tegas. Kalau demikian akan dapat diramalkan bahwa tindakan hukum yang sesuai dan membuat efek jera bagi penjarah uang rakyat semakin tidak jelas, ditambah lagi dengan usulan pemerintah mengenai perubahan UU yang bukan memperberat hukuman bagi pelaku korupsi, wacana ini sangat menyedihkan.

Kita perlu menyadari bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan sekedar jumlah dan luasnya, tetapi sungguh-sungguh memiliki peradaban yang besar Seorang Geolog dan Fisikawan nuklir asal Brasil melakukan penelitian selama 30 tahun namanya Prof Arysio Santos meneliti benua Atlantis bahwa Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan dari India bagian selatan, Sri Lanka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Paparan Sunda, berdasarkan cerita Plato, Atlantis merupakan Negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu dan menjadi pusat peradaban dunia dari budaya, kekayaan alam, ilmu/ teknologi, bahasa dll. Kekayaan alam dengan bahan mineral serta memiliki sistem bercocok tanam yang sangat maju. Santos menilai ke-engganan Dunia Barat melakukan ekspedisi ataupun mengakui Indonesia sebagai wilayah Atlantis adalah karena akan mengubah catatan sejarah tentang siapa penemu peradaban, dengan adanya sejumlah bukti mengenai keberadaan Atlantis di Indonesia maka teori yang mengatakan barat sebagai penemu dan pusat peradaban dunia akan hancur.

Kita harus menyadari kita bangsa yang besar dan Tuhan akan melawat bangsa Indonesia dan mari mempersiapkan diri dalam tahun spiritualitas tahun 2012 dan menurut penanggalan Ibrani tgl 28 September 2011  memasuki tahun Ayin Bet dimana manusia menjadi BaitNya dan Tuhan dapat tinggal didalam manusia.

Mari selamatkan Indonesia yang tersesat berbalik dari jalannya menuju jalan yang lurus dan benar. Kebenaran dan keadilan adalah milik rakyat. Takut akan Tuhan adalah awal pemulihan. Mari kaum Dunia Kerja, kita ambil peranan Imam dan Raja. Pergilah melayani menjadi Rasul Dunia Kerja.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: