Prinsip dalam menjalankan “bisnis sebagai misi (business as mission)”

10 07 2012

Perusahaan yang menjalankan prinsip “bisnis sebagai misi/bisnis berbasis Kerajaan” adalah seperti bisnis normal/baik (good business) lainnya yang juga mendapatkan profit, dijalankan denganintergritas, keadilan dan pelayanan prima terhadap konsumen. Bisnis berbasis Kerajaan sudah seharusnya dijalankan layaknya bisnis yang baik, namun sebaliknya “bisnis yang baik” belum tentu berbasis pada nilai-nilai Kerajaan.

Berikut ini adalah prinsip yang seharusnya ada dalam bisnis yang berbasis Kerajaan, antara lain sbb:

1. Prinsip tata kelola bisnis yang baik

a. Berusaha memperoleh laba keberlangsungan dalam jangka waktu yang panjang.

Perusahaan yang dikelola secara baik akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang, kendati diawal mungkin hanya kecil atau bahkan rugi, dan memperoleh untung tidak sama dengan rakus (greed). Memperoleh profit itu tidak dosa dan harus diusahakan.

b. Berusaha secara prima dan dioperasikan dengan penuh integritas serta dapatdipertanggungjawabkan.

Bisnis dengan intergritas akan membawa kita memperoleh kesuksesan secara jangka panjang, karena reputasi yang jelek akan membawa dapat yang buruk. Dan kita harus siap menerima masukan, kritikan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada karyawan dan komunitas lokal setempat.

c. Memperhatikan Kesejahteraan karyawan

Karyawan diperlakukan bermatabat dan diberi kesempatan untuk bertumbuh secara pribadi dan profesional. Bukan berarti karena dalam bisnis Kerajaan itu berbasis pada pelayanan maka gaji/pendapatan bagi karyawan diberikan secukupnya (lebih kecil dari standar bisnis normal).

2. Prinsip yang berpusat pada Kristus

a. Mencari Kehendak ALLAH dalam bisnis

Ada komunikasi dengan ALLAH dalam membuat perencanaan strategis, pelaksanaan, maupun monitoring bisnis.Selalu mencari kehendak Allah dan melakukan peperangan rohani, karena Setan pun akan membuat bisnis sebagai misi ini tidak berjalan. Kehidupan doa memegang peranan kunci dalam kepemimpinan. Bisnis adalah hal yang rohani karena apapun yang kita jalankan adalah bagian dalam bekerja/menyembah ALLAH. Ada kehidupan doa dalam menjalankan bisnis. Ada pengunaan karunia-karunia rohani yang dipraktekan dalam usaha, ada buah-buah roh yang dihasilkan

b. Menjadi teladan Kristus dalam bisnis dan kepimpinan yang melayani.

Manajemen harus dapat menjadi mentor, dan contoh nyata yang memimpin dengan teladan, menjadi Kristus yang hidup dalam keseharian. Keputusan dilakukan dengan menanyakan“apakah yang Yesus lakukan dalam situasi bisnis yang sedang dihadapi?” Pemimpin adalahpelayan bagi yang lain, pemimpin yang satu kata dengan perbuatan.

c. Mencari dampak Kerajaan yang maksimal dalam sisi keuangan dan non keuangan.

Pemilik dan manajemen sadar bahwa usahanya adalah milik ALLAH, jadi fokusnya adalah bagaimana dampak Kerajaan dapat dimaksimalkan. Bisnis yang memberi perpuluhan atau pemberian lainnya kepada pengembangan gereja lokal itu baik, namun yang terpenting adalah adanya integrasi antara strategi misi dan bisnis, misal dalam menjalankan program pengembangan karyawan, proses bisnis, prosedur yang sesuai kaidah Kerajaan lainnya. Setiap produk atau jasa yang dihasilkan selalu dipastikan dampaknya terhadap Injil dan sistem yang dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Sekalipun yang kita lakukan tidak bertentangan dengan norma yang ada, namun jika itu bertentangan dengan Firman harus kita hindari.

d. Memiliki motivasi, tujuan dan rencana Kerajaan ALLAH yang di jalankan dan dibagikan oleh pemilik dan manajemen.

Menjalankan bisnis yang baik tidak serta merta membawa orang kepada TUHAN Yesus, kecuali itu dijadikan perhatian khusus dalam perencanaan dan pelaksanan sehari-hari. Sama seperti gereja lokal, perusahaan harus membawa dampak kepada komunitas lokal yang ada. Motivasi dan tujuan bisnis dijalankan bukan sekedar untuk memperoleh kekayaan namun harus berorientasi bagaimana bisnis tersebut bisa membawa dampak Kerajaan, menjadi jembatan bagi misi dan adalah misi itu sendiri. Bertujuan pada transformasi individu dan komunitas yang holistik. Bisnis yang ada selayaknya memberi pengaruh secara spiritual, ekonomi dan lingkungan, memiliki standar moral yang tinggi tidak hanya yang minimal namun sesuai nilai-nilai Kerajaan. Bisnis yang ada dijalankan dengan prinsip moral yang Alkitabiah.

e. Mencari mitra dan berjejaring dengan bisnis sebagai misi lainnya.

Bisnis kerajaan akan menjadi lebih kuat ketika bersinergi dengan bisnis kerajaan lainnya dan saling berhubungan, belajar dan bertumbuh bersama dalam menjalankan mandat ALLAH.Mencari mentor rekan-rekan pebisnis lainnya agar kita bisa dapat belajar.

Akhir kata, dapat disimpulkan bisnis dan pelayanan adalah sama-sama perkara rohani, dan semua itu kita persembahkan kepada ALLAH. Harus dijalankan secara ilahi, dengan kuat kuasaNYA yang menolong, menginspirasi dan memimpin di depan kita. Ada kekudusan, ada karunia roh, mujijat, ada kesembuhan dan ada pemulihan, pertobatan karena ALLAH yang kita sembah bertahta dalam bisnis yang kita jalankan. Dan oleh karya Roh Kudus semakin banyak orang dapat datang kepadaNYA melalui bisnis tersebut.

Salam kasih,

@albertwanasida


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: